jump to navigation

S A P A 2 0 0 6 ! February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
3 comments

Selamat Tahun Baru 2006 untuk para pembaca Rhamnosa! Seiring dengan pergantian tahun, redaksi Rhamnosa juga mengalami pergantian pengurus, tepatnya pada bulan Desember kemarin. Edisi kali ini adalah edisi pertama dari tim redaksi yang baru.

Kali ini Rhamnosa membahas tentang gizi, kenapa gizi? Karena gizi adalah suatu hal yang sangat penting bagi kita semua, apalagi mengingat makin banyaknya kasus-kasus penderita gizi buruk di negara kita. Pada edisi ini, kami mencoba membahas segala hal yang berkaitan dengan gizi, baik dari makanan, ulasan tentang berbagai macam vitamin, dan sebagainya.

Akhir kata, kami mengharap agar Rhamnosa edisi Februari ini dapat memberi manfaat untuk pembaca sekalian. Kami juga sangat menantikan kritik dan saran Anda yang dapat Anda layangkan pada kami baik melalui e-mail kami di rhamnosa_hmf@yahoo.com atau langsung disampaikan ke sekretariat:

Himpunan Mahasiswa Farmasi Ars Praeparandi
Institut Teknologi Bandung
Basement Labtek VII – Sekolah Farmasi
Jalan Ganesha 10 Bandung.

Selamat Membaca!

Tips: Gizi dan Pola Hidup February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
5 comments

Pada suatu pagi, bapak menyuruh ibu untuk membuat kopi ”Bu tolong buatin kopi”, kemudian ibu membalas ”Ah bapa pagi-pagi malah minum kopi dan merokok bukannya sarapan dulu”. Bapak ”ya abis gimana dong bu, rasanya badan ini terasa gak enak kalo gak minum kopi dan merokok”. Cuplikan dialog antara bapak dan ibu tersebut dapat menggambarkan kepada kita tentang buruknya pola hidup masyarakat Indonesia khususnya masyarakat pedesaan yang kurang mendapatkan akses tentang kesehatan dan juga akibatrendahnya tingkat pendidikan mereka. 

Pola hidup demikian rentan sekali terserang penyakit khususnya orang dengan darah tinggi dan kegemukan dapatmeningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. Selain itu bagi usia di atas 35 tahun ke atas dapat meningkatkan resiko terserang penyakit degeneratif(keturunan) seperti diabetes, darah tinggi, dll.

Cuplikan dialog di atas sang ibu menyarankan bapak untuk sarapan terlebih dahulu tapi sang bapak menolak saran sang ibu untuk sarapan karena sang bapak merasa kopi dan rokok sudah cukup sebagai pengganti sarapan. Sebenarnya saran sang ibu sangat tepat sekali, bahwa kita harus membiasakan untuk selalu makan pagi (sarapan). Makan pagi sangat dianjurkan dalam kadarzi karena makan pagi sangat bermanfaat bagi tubuh kita terutama bagi pekerja berat. Manfaat yang dapat diambil dari makan pagi diantaranya adalah  untuk memelihara ketahanan tubuh, agar dapat bekerja atau belajar dengan baik, membantu memusatkan pikiran untuk belajar dan memudahkan penyerapan pelajaran, dan membantu mencukupi zat gizi.

Dalam buku pintar konseling keluarga mandiri sadar gizi (kadarzi) disebutkan, bahwa makan pagi adalah makanan yang dimakan pada pagi hari sebelum beraktifitas, yang terdiri dari makanan pokok dan lauk pauk atau makanan kudapan dengan Jumlah yang dimakan kurang lebih 1/3 dari makanan sehari. Jadi jangan berlebihan dalam makan pagi karena bukannya membantu aktifitas kita malah menjadi mengganggu aktifitas seperti mengantuk atau malah jadi lemes.

Lalu apakah makan pagi saja sudah cukup, tentu saja tidak gizi yang seimbang dan bahan makanan yang terbebas dari kontaminan menjadi sangat penting bagi kesehatan tubuh kita. Kontaminan dapat meliputi zat tambahan seperti zat pewarna yang melebihi ambang batas yang diijinkan, zat yang tidak boleh digunakan dalam makanan seperti formalin, rhodamin B, bhoraks, pemutih, dll. Akhir-akhir ini kita sering mendengar zat-zat tersebut banyak digunakan dalam makanan kita saran saya sebaiknya anda jangan banyak makan di luar, dan kalau mampu sebaiknya konsumsi makanan organik, yang terbebas zat kimia. (Her)

 

Sumber:
BUKU PINTAR KONSELING KELUARGA MANDIRI SADAR GIZI (KADARZI)
NSW Multicultural Communication – http://mhcs.health.nsw.gov.au

 

Goat Milk? February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
3 comments

Mungkin sudah lazim kita dengar ada susu sapi, susu kuda liar, bahkan kini ada susu beruang. Namun susu kambing?? Di masyarakat kita saat ini, memang susu kambing bukanlah prioritas jenis susu yang dipilih untuk dikonsumsi. Namun ternyata susu kambing memiliki banyak khasiat terutama bagi kesehatan. Keistimewaan susu kambing antara lain, ia kaya dengan protein, enzim dan vitamin A; mengandung faktor anti-artritis (peradangan sendi); dapat mengobati penyakit kuning, penyakit kulit, sakit maag, asma, dan imsonia; selain itu juga keistimewaan dari susu jenis ini adalah khasiatnya tidak berubah dalam keadaan sejuk bahkan beku.

Penggunaan susu kambing kini bukan hanya diminum begitu saja, namun juga digunakan sebagai bahan es krim, keju, dan mentega. Dalam dunia kosmetik pun, susu kambing telah digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan shampo, sabun, pewangi, krim cukur, dan krim untuk wajah.

Mungkin ada baiknya juga kita mencoba susu kambing, selain berkhasiat, tak ada salahnya kita mencoba variasi yang baru dalam mengkonsumsi susu. Nah, pembaca, selamat mencoba! (mut)

BAHAN KAMBING LEMBU MANUSIA
Air 87.5 87.5 86.8
Lemak 3.9 3.7 3.8
Protin 3.2 3.1 1.3
Laktos 4.5 4.6 7.8
Abu 0.8 0.7 0.2

Perbandingan kandungan bahan susu per 100 mg

Sumber:
www.jphpk.gov.my

Susu..oh..Susu.. February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
1 comment so far

Susu..Susu… dimana-mana kita bisa mendapatkan produk yang bernama susu ini, rasanya pun bermacam-macam, mulai dari cokelat bahkan sampai melon. Benarkah ia memiliki khasiat tinggi bagi tubuh?

Seperti yang telah kita ketahui bahwa susu adalah produk berupa cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu pada mamalia betina. Susu yang biasa kita konsumsi sehari-hari mengandung vitamin D, kalsium, Vitamin A dan B12, lemak, serta beberapa jenis protein yang penting bagi tubuh.

Selain merupakan bagian dari makanan 4 sehat 5 sempurna, ternyata susu juga memiliki cukup banyak manfaat bagi kita. Dengan mengkonsumsi susu, tulang kita dapat terlindungi dari pengeroposan tulang atau lebih dikenal dengan osteoporosis, juga membantu pembentukan otot. Ternyata, bukan hanya untuk membantu pembentukan otot saja, namun juga menjaga otot tersebut terkena cedera, oleh karena itu para atlet biasanya meminum susu, yang salah satunya adalah untuk menghindari kerentanan cedera otot itu sendiri.

Susu juga bermanfaat untuk mencegah insomnia dan meningkatkan kualitas tidur, serta meningkatkan kewaspadaan di kemudian hari, hal ini didasarkan atas sebuah studi yang baru-baru ini dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition. Dikatakan juga, dengan mengkonsumsi susu sebelum tidur, bukan hanya kualita tidur kita yang baik, namun juga ketika bangun kita tidak akan merasa lelah, dan tidak ada efek sampingnya, tidak seperti jika kita mengkonsumsi obat tidur.

Berkaitan dengan kandungan vitamin D yang terkandung dalam susu, bukan hanya tulang yang dilindungi dari pengeroposan, namun juga gigi kita. Dengan rajinnya kita mengkonsumsi susu, gigi kita akan terlindungi dari kerusakan atau kebusukan gigi, dan juga menjadi lebih kuat. Tentu saja, hal ini juga harus diiringi dengan rajinnya kita menggosok gigi secara teratur, agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Ternyata, susu juga membantu kita mengurangi resiko terkena kanker usus. Kanker usus adalah penyakit ketiga yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia, dan berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi 16 ons susu sehari dapat mengurangi resiko terkena kanker usus sebesar 12 %.

Terlepas dari kontroversi bahwa susu sapi mengandung jumlah kalsium dibandingkan susu yang berasal dari mamalia lainnya, minum susu tampaknya sudah merupakan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi oleh kita. Minum susu yukk… (mut)

Sumber:

www.gotmilk.com
www.wikipedia.en.org
www.rri-online.com
www.tabloidnova.com

Gizi Buruk, Bisa Karena Biasa? February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
15 comments

Tentu belum luput dari perhatian kita, banyaknya kasus kekurangan gizi yang baru terungkap akhir-akhir ini. Juni 2005, Kompas melaporkan adanya sejumlah kasus penderita gizi buruk di kota metropolitan, ibukota Jakarta, bersamaan dengan Nusa Tenggara Barat. Akhir tahun 2005, muncul kasus serupa di Yahukimo, Papua, karena terbatasnya transportasi pangan. Sangat ironis, kejadian yang sama dapat terjadi dalam wilayah dengan profil yang sangat berbeda.

Apakah yang sebenarnya terjadi? Fenomena gizi buruk ini biasanya melibatkan kurangnya asupan kalori baik dari karbohidrat atau protein (protein-energy malnutrition–PEM). Menurut situs Dinas Kesehatan Pemda Ibukota Jakarta, keadaan gizi buruk ini secara klinis dibagi menjadi 3 tipe: Kwashiorkor, Marasmus, dan Kwashiorkor-Marasmus. Ketiga kondisi patologis ini umumnya terjadi pada anak-anak di negara berkembang yang berada dalam rentang usia tidak lagi menyusui. Ini disebabkan karena pada usia tersebut terjadi peningkatan kebutuhan energi serta peningkatan kerentanan terhadap infeksi virus/bakteri.

Perbedaan antara marasmus dan kwashiorkor tidak dapat didefinisikan secara jelas menurut perbedaan kurangnya asupan makanan tertentu, namun dapat teramati dari gejala yang ditunjukkan penderita.

Tanda-tanda kwashiorkor meliputi

- edema di seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki,
- wajah membulat dan sembab,
- pandangan mata sayu,
- perubahan status mental: cengeng, rewel, kadang apatis,
- rambut berwarna kepirangan, kusam, dan mudah dicabut,
- otot-otot mengecil, teramati terutama saat berdiri dan duduk,
- bercak merah coklat pada kulit, yang dapat berubah hitam dan mengelupas
- menolak segala jenis makanan (anoreksia)
- sering disertai anemia, diare, dan infeksi.

Sedangkan tanda-tanda marasmus,

- anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit,
- wajah seperti orang tua
- cengeng, rewel,
- perut cekung,
- kulit keriput,
- sering disertai diare kronik atau sembelit

Gejala klinis Kwashiorkor-Marasmus tidak lain adalah kombinasi dari gejala-gejala masing-masing penyakit tersebut.

Kurangnya pasokan energi sangat mempengaruhi kerja masing-masing organ tubuh. Dalam sistem pencernaan, biasanya muncul pertumbuhan bakteri berlebih pada usus karena berkurangnya sekresi asam klorida lambung. Kerja peristalsis usus juga melambat. Karena itu, sistem pencernaan adalah sistem organ yang paling banyak kehilangan massa pada kondisi marasmus. Sistem lain yang terpengaruh adalah sistem saraf dan otak, meski atropi otak dengan kerusakan fungsi otak hanya terjadi pada kasus marasmus yang benar-benar parah. Sistem kardiovaskular akan memiliki serat otot yang menipis, menyebabkan kurangnya pompaan darah dalam tubuh, yang berkaitan langsung dengan penurunan berat badan. Ketidakseimbangan elektrolit juga terdeteksi dalam keadaan marasmus. Upaya rehidrasi (pemberian cairan elektrolit) atau transfusi darah pada periode ini dapat mengakibatkan aritmia (tidak teraturnya denyut jantung) bahkan terhentinya denyut jantung. Karena itu, monitoring klinik harus dilakukan seksama.

Sensus WHO menunjukkan 49% dari 10,4 juta kematian yang terjadi pada anak dibawah lima tahun di negara berkembang berkaitan dengan PEM. Kasus kekurangan gizi tercatat sebanyak 50% anak-anak di Asia, 30% anak-anak Afrika, dan 20% anak-anak di Amerika Latin. Meski keadaan ini terutama terjadi pada negara berpendapatan rendah, bukan berarti tidak ditemukan kasus gizi buruk di negara maju. Anak-anak yang hidup di lingkungan urban dengan status sosioekonomi yang rendah dan anak-anak berpenyakit kronis, seperti kanker, adalah contoh kasus yang terjadi di negara-negara maju.

Di Indonesia, kasus gizi buruk pada bulan Juni 2005 dicoba ditanggulangi dengan pemberian gizi tambahan serta makanan pendamping air susu ibu. Dinkes Ibukota Jakarta dalam situsnya merancang konseling Keluarga Mandiri Sadar Gizi, KADARZI. Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan (makan 2-3 kali sehari dengan makanan pokok, sayur, dan lauk pauk), selalu memantau kesehatan anggota keluarga, biasanya menggunakan garam beryodium, dan khusus ibu hamil, didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran. Kriteria ini tentunya masih sulit dipenuhi oleh masyarakat Indonesia, jadi Pak SBY, kapan diadakan Hari Gizi Nasional? (Doti)

Sumber:

www.emedicine.com
www.dinkes-dki.go.id
www.depkes.go.id
www.kompas.com
www.mercksource.com

B12 February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
add a comment

Sering kita jumpai produk-produk makanan dan minuman yang mengandung berbagai macam vitamin, salah satunya adalah vitamin B12. Sebenarnya apakah vitamin B12 itu? Mungkin hanya sedikit yang sudah mengetahui tentang vitamin B12 dan manfaatnya bagi tubuh. Padahal vitamin B12 juga memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan kita. Berikut sedikit penjelasan mengenai vitamin B12.

Vitamin B12 adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan merupakan bagian dari vitamin B complex yang mengandung kobalt, sehingga disebut sebagai sianocobalamin.

Vitamin ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, perbaikan sel dan jaringan yang rusak, sintesis DNA, pemeliharaan sistem syaraf, dan sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak. 

 
Sumber Vitamin B12

Vitamin B12 hanya ditemukan dari makanan-makanan yang berasal dari hewan, antara lain daging, telur, ikan, dan unggas (ayam dan itik). Dalam jumlah kecil, vitamin B12 pun ditemukan dalam tempe,

 
Defisiensi Vitamin B12

Defisiensi vitamin B12 disebabkan karena ketidakmampuan usus halus untuk menyerap vitamin B12, juga karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12. Jika terjadi defisiensi atau kekurangan vitamin B12, maka dapat menyebabkan anemia, peradangan pada syaraf (neuritis), dan dementia ( kondisi mental yang memburuk).

Gejala-gejala yang akan timbul jika terjadi kekurangan vitamin B12 antara lain adalah :

  • Diare
  • Paranoid
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mudah merasa lelah
  • Napas menjadi pendek-pendek
  • Detak jantung lebih cepat daripada biasanya
  • Pusing-pusing
  • Wajah pucat

 
Siapa saja yang rentan terhadap defisiensi vitamin B12? Umumnya yang rentan mengalami defisiensi vitamin ini adalah para vegetarian, karena vitamin B12 hanya ditemukan dari sumber-sumber yang berasal dari hewan saja. Kemudian mereka yang memiliki kondisi malabsorpsi (usus halus mengalami kesulitan untuk menyerap sari-sari makanan), penderita HIV, orang-orang yang mengalami depresi, wanita yang telah memasuki tahap menopause, dan pecandu alkohol.

Untuk menghindari kekurangan vitamin B12, sebaiknya kita sering mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 (sebaiknya setiap hari), dan juga mengkonsumsi suplemen vitamin B12, terutama untuk para vegetarian dan para penderita malabsorpsi.

Sebaiknya, mulai dari sekarang kita rajin mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung vitamin B12. Mulai hari ini, untuk nanti! (mut)

Sumber:

http://molgen.biol.rug.nl

Kenali Si Vitamin C ! February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
11 comments

Setiap orang tentu tahu dengan vitamin C, bahkan kini banyak sekali suplemen-suplemen kesehatan yang mengandung vitamin C. Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa vitamin C berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh, dan juga sebagai anti oksidan, yang mencegah penuaan dini pada kulit. Namun, apakah hanya itu saja manfaat dari vitamin C? Dan apakah vitamin C terkandung pada jeruk, tomat, atau beberapa buah lainnya saja? Adakah efek samping dari konsumsi vitamin C yang berlebihan? Lebih lanjut akan diulas dalam artikel berikut ini.

Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air. Vitamin ini memiliki nama lain yaitu asam askorbat. Manfaat dari vitamin C adalah sebagai salah satu faktor penunjang pertumbuhan dan perbaikan jaringan di seluruh tubuh, karena vitamin C membantu pembentukan kolagen, protein yang mempunyai peran penting dalam pembentukan kulit, jaringan yang pernah luka, tendon, ligamen, dan pembuluh darah. Vitamin C adalah faktor penting untuk penyembuhan luka, dan untuk penyembuhan serta perawatan kartilago, tulang, dan gigi.

Tubuh kita tidak dapat mensintesis sendiri vitamin C, oleh karena itu kita perlu asupan vitamin C dari makanan-makanan yang kita makan setiap hari, karena vitamin C tidak disimpan di dalam tubuh dalam waktu yang lama.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang sangat membutuhkan asupan vitamin C, antara lain : jerawat, pecandu alkohol, Alzheimer, asma, autis, depresi, diabetes, iritasi usus halus, dan penyakit Parkinson. Penderita penyakit-penyakit ini harus sering mengkonsumsi sumber-sumber vitamin C atau suplemen yang mengandung vitamin C untuk menjaga kondisi kesehatan mereka dan mempercepat pemulihan penyakit-penyakit tersebut.

Lalu apa yang akan terjadi jika kita kekurangan vitamin C? Kurangnya asupan vitamin C dalam tubuh akan menyebabkan sariawan, influenza, kulit kering , kasar, dan pecah-pecah, rambut yang kering, gigi menjadi rapuh, penurunan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka dan infeksi, anemia, penyakit kardiovaskular (seperti jantung dan pembuluh-pembuluh darah), dan bisa juga menyebabkan kenaikan berat badan.

Namun, jangan terlalu bersemangat juga mengkonsumsi vitamin C, terutama yang berbentuk suplemen, karena konsumsi berlebihan pun mengakibatkan adanya efek samping bagi tubuh. Konsumsi vitamin C di atas 2000 mg/hari dapat menyebabkan diare, dan sakit perut.

Sumber-sumber makanan yang mengandung vitamin C pun banyak. Salah satunya yang telah kita ketahui adalah jeruk dan tomat. Tapi, masih ada sumber yang lainnya seperti strawberry, brokoli, lobak hijau, kentang, semangka, pepaya, mangga, kembang kol, kubis, nanas, dan bluberri. Dari buah-buahan dan sayuran di atas, yang memiliki kandungan vitamin C paling banyak adalah jeruk, tomat, strawberri, dan brokoli. Sangat disarankan kita langsung mendapat asupan vitamin C dari konsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin C dibandingkan dengan mengkonsumsi suplemen. Karena tentu saja, yang alami jauh lebih baik daripada yang disintesis, bukan?

Air, suhu, dan udara sangat berpengaruh pada vitamin C. 25 % dari vitamin C yang terkandung dalam buah-buahan atau sayuran akan hilang oleh proses pemanasan dalam waktu singkat, juga jika kita membekukannya. Bahkan jika kita memasak sumber-sumber vitamin C dalam jangka waktu yang lama, setengah dari vitamin C yang terkandung akan hilang. Begitupun jika kita memasukkan sumber makanan dalam kaleng, hanya satu pertiga bagian vitamin C yang akan tersisa.

Cara terbaik mengkonsumsi sumber-sumber vitamin C adalah dengan mengkonsumsi ketika mereka masih dalam keadaan segar, sehingga jumlah vitamin C yang dapat kita peroleh semaksimal mungkin.

Jadi, mulai sekarang rajin-rajinlah mengkonsumsi makanan yang menganding vitamin C, demi menjaga kondisi tubuh Anda sendiri, lho! Kalau tidak dimulai saat ini, kapan lagi??! (mut)

Rekomendasi Jumlah Asupan Vitamin C

 
Tingkatan Umur

Laki2 (mg/hari)

Perempuan (mg/hari)

Bayi 0-6 bulan

40 (AI)

40 (AI)

Bayi 7-12 bulan

50 (AI)

50 (AI)

Anak-anak 1-3 tahun

15

15

Anak-anak 4-8 tahun

25

25

Anak-anak 9-13 tahun

45

45

Adolescents 14-18 tahun

75

65

Dewasa 19 tahun atau lebih

90

75

Perokok 19 tahun atau lebih tua

125

110

Wanita Hamil 18 tahun atau lebih muda

-

80

Wanita Hamil 19 tahun atau lebih tua

-

85

Wanita Menyusui 18 tahun atau lebih muda

-

115

Wanita Menyusui 19 tahun atau lebih tua

-

120

Sumber:
www.nlm.nih.gov

http://lpi.oregonstate.edu

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.