jump to navigation

Tiga Sekawan Jerawat May 24, 2006

Posted by rhamnosa in Info Obat.
226 comments

Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang biasa dialami oleh setiap orang. Kata jerawat berasal dari bahasa Yunani yang berarti “masa yang paling penting dalam hidup”. Disebut begitu mungkin karena para pemilik jerawat biasanya mengalami masalah seperti : penurunan harga diri, kurang PD, pergaulan sosial, kemurungan, dan menurunnya produktivitas kerja.

Sebenarnya.ada tiga tipe jerawat yang cara penanganannya pun berbeda.

TIPE 1: Komedo

Komedo adalah nama ilmiah dari pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau
tertutup. Komedo yang terbuka disebut juga sebagai blackhead, terlihat
seperti pori-pori yang membesar dan menghitam (yang berwarna hitam itu bukan kotoran; sebenarnya itu adalah penyumbat pori yang berubah warna karena teroksidasi dengan udara). Komedo yang tertutup, atau whitehead, memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat; makanya terlihat seperti tonjolan putih kecil-kecil dibawah kulit. Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak yang berlebihan pd kulit. Bila anda tidak membersihkan kulit wajah secara berkala, sel-sel kulit mati menumpuk di kulit; minyak di permukaan kulit kemudian menutup sel-sel kulit lalu terjadilah penyumbatan. Make up dan produk penataan rambut yang mengandung minyak juga dapat memperparah keadaan. Berkeringat dan udara yang panas dan lembab dapat juga menyumbat pori-pori.

Pencegahan
• Mencuci wajah setiap pagi dan malam dengan pembersih mengandung salicylic-acid atau AHA/BHA (untuk mengelupas sel-sel kulit mati) atau scrub kulit wajah minimal seminggu sekali.
• Menggunakan kertas minyak untuk menyerap kelebihan minyak di wajah (bagi yang minyaknya berlebih).
• Gunakan juga masker untuk kulit berminyak seminggu sekali.

Penyembuhan

• Hilangkan blackheads dengan plester pore strips (seperti Biore Pore Pack).
• Untuk whitehead, pakai obat jerawat yang mengandung salicylic-acid.

TIPE 2 : Jerawat Biasa

Jenis jerawat `klasik’ ini mudah dikenali dengan tampilan tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori yang tersumbat terinfeksi dengan bakteri (yang terdapat dipermukaan kulit). Stres, hormon dan udara yang lembab dapat memperbesar kemungkinan infeksi jerawat karena menyebabkan kulit memproduksi minyak (yang merupakan tempat berkembang-biaknya bakteri). Jerawat yang disebabkan oleh hormon biasanya muncul di sekitar rahang dan dagu.

Pencegahan
• Untuk membunuh bakteri-bakteri penyebab jerawat, gunakan sabun muka yang mengandung benzoyl-peroxida, atau sabun sulfur.
• Gunakan masker anti bakteri/ jerawat seminggu sekali.
• Kalau obat-obat jerawat yang dijual bebas tidak ampuh, mintalah pada dokter kulit untuk meresepkan obat jerawat yang mengandung vitamin A derivatif seperti Retin-A.

Penyembuhan
• Untuk mengurangi peradangan dan membunuh bakteri, pakailah obat jerawat yang mengandung benzoyl-peroksida, atau bila kulit anda tidak tahan, gunakan produk yang mengandung sulfur, seperti Neo Medrol.
• Kalau obat-obat jerawat tadi tidak berhasil juga, mintalah resep salep yang mengandung antibiotik, salah satunya Garamicyn (bisa dibeli bebas). Salep ini bisa membunuh bakteri dan mengurangi pembengkakan juga peradangan.

TIPE 3: Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung)

Bila anda merasa muka anda seperti pizza yang penuh topping, nah… inilah cystic-acne; jerawat yang besar, dengan tonjolan2 yang meradang hebat, berkumpul di seluruh muka (berbeda dengan jerawat biasa yang berkumpul di salah satu bagian muka). Inilah `godfather’nya jerawat, yang paling merusak tidak hanya secara fisik, tapi juga kepercayaan diri. Penderita cystic-acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang juga menderita jerawat jenis ini. Secara genetik, penderitanya memiliki :
(1) kelenjar minyak yang over-aktif yang membanjiri pori-pori dengan minyak,
(2) Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal, dan
(3) memiliki respons yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit.

Pencegahan
• Obat-obat jerawat yang dijual bebas tidak akan ampuh untuk jerawat jenis ini. Memakai scrub pun tidak akan ada hasilnya. Jalan satu-satunya adalah meminta dokter meresepkan pil antibiotik seperti tetracycline.
• Bila dalam sebulan tidak ada tanda-tanda perbaikan, mungkin dokter akan memberikan resep Accutane (kurang pasti di Indonesia sudah ada atau belum), obat yang efektif, tapi kontroversial. Meskipun penyembuhannya memakan waktu hingga 5 bulan, dan dapat mengakibatkan bayi cacat pada ibu hamil, tapi tetap saja dianggap sebagai obat mujarab pilihan terakhir.

Pengobatan
• Untuk jerawat batu yang hanya satu-dua, penyembuhan yang efektif adalah meminta dokter kulit menyuntik jerawat dengan cortisone, yang membuat jerawat ini sembuh dalam waktu 48 jam.
• Kalau kasusnya kronis, pil Accutane bisa dicoba, meskipun anda akan mengalami beberapa efek samping, seperti kulit yang kering dan bibir pecah-pecah yang parah (untuk kasus ini, minta dokter kulit kulit anda meresepkan Acclovate, lip balm anti peradangan).

Sumber:
http://www.dunia-ibu.org/html/jerawat.html
http://www.geocities.com/homeolibrary.html
http://www.prn2.usm.my/mainsite.html

(Lenny)

Stimuno, Si Penguat Sistem Imun March 11, 2006

Posted by rhamnosa in Info Obat.
22 comments

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Istilah ini tampaknya cocok untuk memperkenalkan sistem imun tubuh atau dikenal juga sebagai sistem pertahanan tubuh.
Imunostimulan berperan membuat sistem imun lebih aktif dalam menjalankan fungsinya menguatkan sistem imun tubuh. Salah satu imunostimulan yang telah teruji klinis adalah STIMUNO yang telah memperoleh sertifikat FITOFARMAKA dari Badan POM karena terlah terstandarisasi dan telah lolos uji pre klinis (uji keamanan) dan uji klinis (pembuktian khasiatnya). STIMUNO terbuat dari ekstrak meniran (Phyllanthus niruri L).
Hasil dari riset pra-klinik menunjukkan ekstrak Phyllanthus niruri L dapat memodulasi sistem imun lewat proliferasi dan aktivasi limfosit T dan B, serta sekresi beberapa sitokin spesifik seperti interferon-gamma, tumor necrosis factor-alpha dan beberapa interleukin, aktivasi sistem komplemen, aktivasi sel fagositik seperti makrofag, dan monosit juga meningkatkan jumlah sel NK (Natural Killer Cell). Dari hasil uji dapat diduga bahwa extract tersebut dapat digunakan sebagai terapi ajuvan penyakit-penyakit infeksi akut dan kronis, seperti TBC, Hepatitis, ISPA, herpes zoster, dsb.
Imunomodulator ini diperlukan dalam kondisi kelelahan, kurang istirahat, stress, berpergian jauh, kontak dengan penderita infeksi atau berada di tempat yang diserang wabah.

Profil Produk:
Nama
STIMUNO
Generik
Ekstrak herba Phyllanthus niruri L
Indikasi
Immunomodulator, sebagai terapi tambahan untuk infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri seperti gondong, cacar air, herpes, virus hepatitis B, membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan fungsi hati.
Perhatian
Kocok dahulu sebelum diminum.
Kemasan
Sirup 25 mg/5 mL x 100 mL.
Kapsul 50 mg x 6 x 10.
DOSIS
Dewasa : 3 kali sehari 1 kapsul.
Dapat diberikan sampai dengan 30 hari atau lebih
Dosis untuk anak-anak :

– 1-2 tahun : 3 x ½ sendok takar / hari
– 2-6 tahun : 3 x 1 sendok takar / hari
– 6-12 tahun : 3 x 1 ½ sendok takar / hari
– >12 tahun : 3 x 2 sendok takar / hari
Dapat diberikan sampai dengan 30 hari atau lebih. Note :
1 sendok takar = 5 ml sirup

( nana & gia )

Sumber : http://www.medicastore.com
http://www.dexa-medica.com

Asma March 11, 2006

Posted by rhamnosa in First Aid.
11 comments

Asma adalah penyempitan jalur pernafasan yang menyebabkan penderita sulit bernafas. Penderita asma umumnya memiliki jalur pernafasan yang sensitif sehingga hal-hal seperti debu, serbuk sari tumbuhan, bulu hewan, asap rokok, dan suhu dingin dapat menjadi pemicu terjadinya serangan asma.

Ciri-ciri :
• Penderita mengalami kesulitan bernafas dan biasanya mengeluarkan unyi ngik..ngik..
• Penderita tampak gugup atau tertekan (stress)
• Pada kasus yang parah, akan tampak kebiruan pada bibir, tangan, dan kaki; terkadang disertai kesulitan untuk berbicara.

Pertolongan Pertama
1. Tenangkan penderita
2. Bantu penderita untuk duduk secara perlahan dengan posisi badan sedikit condong ke depan.
3. Bantu penderita menggunakan obatnya. Biasanya dalam bentuk spray aerosol. Penderita asma umumnya sudah mengetahui cara penggunaan dan dosis dari obatnya.
4. Cek denyut nadi dan pernafasan penderita setiap 10 menit.
5. Apabila serangan asma terus berlanjut dan tidak tersedia obat-obatan, segera panggil ambulans dari rumah sakit terdekat dari tempat tinggal Anda.

Manfaat Virgin Coconut Oil Pada Manusia March 11, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
13 comments

Minyak kelapa virgin memang dikenal sebagai minyak yang mampu melangsingkan tubuh sehingga bukan hal yang aneh lagi bila minyak kelapa ini digemari oleh para perempuan yang memahami akan manfaatnya. Setelah dilakukan beberapa penelitian oleh para ahli ternyata minyak kelapa virgin ini memiliki khasiat yang luas selain sebagai pelangsing tubuh, minyak kelapa virgin juga bermanfaat sebagai obat untuk berbagai penyakit.
Minyak kelapa virgin berasal dari daging buah kelapa yang telah diproses melalui beberapa tahapan diantaranya ekstraksi, filtrasi, purifikasi dan deodorasi. Minyak virgin yang didapat, mengandung suatu asam lemak jenuh yaitu lauric acid. Lauric acid “asam laurik” ini merupakan suatu asam lemak jenuh dengan rantai karbon sedang (memiliki 12 atom karbon) yang disebut Medium Chain Fatty Acid atau MCFA.
Masyarakat pada umumnya takut terhadap MCFA disebabkan oleh mitos-mitos serta isu-isu akan bahaya MCFA. Padahal MFCA ini, telah diujikan oleh beberapa ahli dan ternyata MCFA berkhasiat untuk mempertahankan kesehatan tubuh.
Di dalam tubuh MCFA mempunyai sifat unik, yaitu tidak membutuhkan enzim untuk menembus dinding mitokondria sehingga proses metabolisme tubuh akan meningkat dan energi dihasilkan dengan cepat dan efisien. Penambahan energi yang dihasilkan oleh metabolisme itu menghasilkan efek stimulasi dalam seluruh tubuh. Itulah sebabnya ada orang mengatakan, mengonsumsi MCFA mirip dengan mengisi kendaraan dengan menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan tinggi.
Di samping meningkatkan level energi kita, ada manfaat lain seiring dengan peningkatan metabolisme itu misalnya, peningkatan daya tahan terhadap penyakit dan percepatan penyembuhan dari sakit. Dengan peningkatan metabolisme, sel-sel kita bekerja lebih efisien. Mereka membentuk sel-sel baru serta mengganti sel-sel yang rusak dengan lebih cepat.
Uji akan khasiat MCFA ini telah dilakukan salah satunya dengan penggunaan minyak kelapa virgin sebagai minyak goreng. Dari uji tersebut didapat hasil bahwa minyak kelapa virgin berkhasiat untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap beberapa penyakit diantaranya virus-virus seperti HIV, Herpes simplex virus-1 (HSV-1), Vesicular stomatitis virus (VSV), Visna virus, cytomegalovirus (CMV), influenza, dan berbagai bakteri patogen termasuk Listeria monocytogenes dan Helicobacter pyloryd, serta protozoa seperti Giadia lamblia.
Dalam pemanfaatannya, minyak kelapa Virgin dapat dikonsumsi secara langsung, atau dipakai untuk memasak. Dengan struktur kimia yang terdiri dari single bond “ikatan tunggal”, minyak ini bersifat tahan terhadap panas, cahaya, oksigen, dan tahan terhadap proses degradasi. Dengan sifat itu, minyak kelapa virgin dapat disimpan dengan mudah pada suhu kamar selama bertahun-tahun. (fik)

Sumber : http://www.gizi.net

Chitosan, Pengawet atau Suplemen Diet? March 3, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
5 comments

Baru-baru ini kita dikejutkan oleh penemuan kadar formalin yang berlebihan di sampel-sampel makanan di pasaran. Untuk mayat kok dibalur ke ikan asin? Tak pelak lagi, terjadi penurunan drastis pembelian bahan makanan suspect berformalin, seperti mie basah, ikan asin, dan tahu. Namun, bukan masalah namanya jika tanpa solusi. Pengawet aman seperti chitosan, beberapa penelitian mengungkapkan, dapat menggantikan formalin.
Chitosan adalah serat yang dihasilkan dari deasetilasi chitin, senyawa yang banyak diperoleh di kerangka luar (eksoskeleton) hewan Crustacea seperti udang, kerang, dan kepiting. Penelitian Peniston & Johnson tahun 1980 mengemukakan pada waktu itu sudah digunakan sebagai agen flokulasi untuk air dan penanganan limbah, pengkelat logam berat pada filtrasi larutan, dan pelapis serat kaca. Hingga tahun 1999, 2064 paten telah didaftarkan di Badan Paten Amerika Serikat (US Patent and Trademark Office) menyangkut penggunaan chitosan antara lain sebagai pancing ikan dan benang bedah ramah lingkungan (biodegradable), es krim rendah lemak, dan prostesis serta implan biodegradable. Di bidang farmasi, chitosan juga dapat digunakan dalam mikroenkapsulasi liposom, misalnya untuk insulin oral, agar absorbsinya lebih baik dalam tubuh penderita diabetes.
Dikenalnya chitosan secara umum lebih karena publikasi chitosan sebagai suplemen penurun berat badan oleh Arnold Fox dan Brenda Adderly tahun 1997. Sayangnya, penelitian mereka tidak didukung bukti uji klinis pada manusia, bahwa chitosan bertindak sebagai ‘pengikat’ lemak dalam tubuh dan memudahkan eliminasinya. Bukti yang ada hanyalah berkisar mengenai uji praklinik terhadap ayam dan tikus Wistar. Uji praklinik Tanaka dkk. pada tahun yang sama membantah argumen ini karena penelitiannya yang membuktikan penurunan flora usus normal yang signifikan setelah penggunaan chitosan, sedangkan Deuchi dkk. berhasil mengungkapkan absorbsi mineral dan elemen penting lain seiring dengan absorbsi lemak oleh chitosan. Sampai sekarang, penggunaan suplemen diet chitosan masih kontradiktif sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut, terutama uji pada manusia, untuk membuktikan efektivitasnya.
Bagaimana peran chitosan dalam pengawetan makanan? Jurnal Jonathan Rhodes dan Bob Rastall menyebutkan tentang paten produk di Rusia yang menggunakan chitosan sebagai pengawet untuk kaviar, yang dinyatakan efektif dengan kombinasi masing-masing 0,1% chitosan dan asam sorbat. Penelitian lain oleh Muhannad Jumaaa dkk. tahun 2002 berhasil membuktikan kemampuan pengawetan chitosan untuk emulsi lemak yang dapat diaplikasikan dalam formulasi sediaan farmasi. Namun, banyak pula penelitian yang menyatakan penambahan chitosan tidak mempengaruhi masa simpan atau pertumbuhan mikroba dalam produk, seperti yang dilakukan oleh S. Roller & N. Covil di Inggris. Ada juga yang menyatakan kombinasi chitosan dengan pengawet lain baru dapat memberikan perbedaan efektivitas yang nyata. Lagi-lagi, masih banyak penelitian yang harus dilakukan untuk menggali lebih jauh kemampuan chitosan baik sebagai suplemen diet maupun pengawet makanan. Anda tertantang?

Sumber:
http://ntp.niehs.nih.gov/ntpweb/
http://www.bodybuildingforyou.com
http://www.ncbi.nlm.nih.gov
http://www.chitinchitosan.net
http://www.csa.com

S A P A 2 0 0 6 ! February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
3 comments

Selamat Tahun Baru 2006 untuk para pembaca Rhamnosa! Seiring dengan pergantian tahun, redaksi Rhamnosa juga mengalami pergantian pengurus, tepatnya pada bulan Desember kemarin. Edisi kali ini adalah edisi pertama dari tim redaksi yang baru.

Kali ini Rhamnosa membahas tentang gizi, kenapa gizi? Karena gizi adalah suatu hal yang sangat penting bagi kita semua, apalagi mengingat makin banyaknya kasus-kasus penderita gizi buruk di negara kita. Pada edisi ini, kami mencoba membahas segala hal yang berkaitan dengan gizi, baik dari makanan, ulasan tentang berbagai macam vitamin, dan sebagainya.

Akhir kata, kami mengharap agar Rhamnosa edisi Februari ini dapat memberi manfaat untuk pembaca sekalian. Kami juga sangat menantikan kritik dan saran Anda yang dapat Anda layangkan pada kami baik melalui e-mail kami di rhamnosa_hmf@yahoo.com atau langsung disampaikan ke sekretariat:

Himpunan Mahasiswa Farmasi Ars Praeparandi
Institut Teknologi Bandung
Basement Labtek VII – Sekolah Farmasi
Jalan Ganesha 10 Bandung.

Selamat Membaca!

Tips: Gizi dan Pola Hidup February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
5 comments

Pada suatu pagi, bapak menyuruh ibu untuk membuat kopi ”Bu tolong buatin kopi”, kemudian ibu membalas ”Ah bapa pagi-pagi malah minum kopi dan merokok bukannya sarapan dulu”. Bapak ”ya abis gimana dong bu, rasanya badan ini terasa gak enak kalo gak minum kopi dan merokok”. Cuplikan dialog antara bapak dan ibu tersebut dapat menggambarkan kepada kita tentang buruknya pola hidup masyarakat Indonesia khususnya masyarakat pedesaan yang kurang mendapatkan akses tentang kesehatan dan juga akibatrendahnya tingkat pendidikan mereka. 

Pola hidup demikian rentan sekali terserang penyakit khususnya orang dengan darah tinggi dan kegemukan dapatmeningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. Selain itu bagi usia di atas 35 tahun ke atas dapat meningkatkan resiko terserang penyakit degeneratif(keturunan) seperti diabetes, darah tinggi, dll.

Cuplikan dialog di atas sang ibu menyarankan bapak untuk sarapan terlebih dahulu tapi sang bapak menolak saran sang ibu untuk sarapan karena sang bapak merasa kopi dan rokok sudah cukup sebagai pengganti sarapan. Sebenarnya saran sang ibu sangat tepat sekali, bahwa kita harus membiasakan untuk selalu makan pagi (sarapan). Makan pagi sangat dianjurkan dalam kadarzi karena makan pagi sangat bermanfaat bagi tubuh kita terutama bagi pekerja berat. Manfaat yang dapat diambil dari makan pagi diantaranya adalah  untuk memelihara ketahanan tubuh, agar dapat bekerja atau belajar dengan baik, membantu memusatkan pikiran untuk belajar dan memudahkan penyerapan pelajaran, dan membantu mencukupi zat gizi.

Dalam buku pintar konseling keluarga mandiri sadar gizi (kadarzi) disebutkan, bahwa makan pagi adalah makanan yang dimakan pada pagi hari sebelum beraktifitas, yang terdiri dari makanan pokok dan lauk pauk atau makanan kudapan dengan Jumlah yang dimakan kurang lebih 1/3 dari makanan sehari. Jadi jangan berlebihan dalam makan pagi karena bukannya membantu aktifitas kita malah menjadi mengganggu aktifitas seperti mengantuk atau malah jadi lemes.

Lalu apakah makan pagi saja sudah cukup, tentu saja tidak gizi yang seimbang dan bahan makanan yang terbebas dari kontaminan menjadi sangat penting bagi kesehatan tubuh kita. Kontaminan dapat meliputi zat tambahan seperti zat pewarna yang melebihi ambang batas yang diijinkan, zat yang tidak boleh digunakan dalam makanan seperti formalin, rhodamin B, bhoraks, pemutih, dll. Akhir-akhir ini kita sering mendengar zat-zat tersebut banyak digunakan dalam makanan kita saran saya sebaiknya anda jangan banyak makan di luar, dan kalau mampu sebaiknya konsumsi makanan organik, yang terbebas zat kimia. (Her)

 

Sumber:
BUKU PINTAR KONSELING KELUARGA MANDIRI SADAR GIZI (KADARZI)
NSW Multicultural Communication – http://mhcs.health.nsw.gov.au

 

Goat Milk? February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
3 comments

Mungkin sudah lazim kita dengar ada susu sapi, susu kuda liar, bahkan kini ada susu beruang. Namun susu kambing?? Di masyarakat kita saat ini, memang susu kambing bukanlah prioritas jenis susu yang dipilih untuk dikonsumsi. Namun ternyata susu kambing memiliki banyak khasiat terutama bagi kesehatan. Keistimewaan susu kambing antara lain, ia kaya dengan protein, enzim dan vitamin A; mengandung faktor anti-artritis (peradangan sendi); dapat mengobati penyakit kuning, penyakit kulit, sakit maag, asma, dan imsonia; selain itu juga keistimewaan dari susu jenis ini adalah khasiatnya tidak berubah dalam keadaan sejuk bahkan beku.

Penggunaan susu kambing kini bukan hanya diminum begitu saja, namun juga digunakan sebagai bahan es krim, keju, dan mentega. Dalam dunia kosmetik pun, susu kambing telah digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan shampo, sabun, pewangi, krim cukur, dan krim untuk wajah.

Mungkin ada baiknya juga kita mencoba susu kambing, selain berkhasiat, tak ada salahnya kita mencoba variasi yang baru dalam mengkonsumsi susu. Nah, pembaca, selamat mencoba! (mut)

BAHAN KAMBING LEMBU MANUSIA
Air 87.5 87.5 86.8
Lemak 3.9 3.7 3.8
Protin 3.2 3.1 1.3
Laktos 4.5 4.6 7.8
Abu 0.8 0.7 0.2

Perbandingan kandungan bahan susu per 100 mg

Sumber:
http://www.jphpk.gov.my

Susu..oh..Susu.. February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
1 comment so far

Susu..Susu… dimana-mana kita bisa mendapatkan produk yang bernama susu ini, rasanya pun bermacam-macam, mulai dari cokelat bahkan sampai melon. Benarkah ia memiliki khasiat tinggi bagi tubuh?

Seperti yang telah kita ketahui bahwa susu adalah produk berupa cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu pada mamalia betina. Susu yang biasa kita konsumsi sehari-hari mengandung vitamin D, kalsium, Vitamin A dan B12, lemak, serta beberapa jenis protein yang penting bagi tubuh.

Selain merupakan bagian dari makanan 4 sehat 5 sempurna, ternyata susu juga memiliki cukup banyak manfaat bagi kita. Dengan mengkonsumsi susu, tulang kita dapat terlindungi dari pengeroposan tulang atau lebih dikenal dengan osteoporosis, juga membantu pembentukan otot. Ternyata, bukan hanya untuk membantu pembentukan otot saja, namun juga menjaga otot tersebut terkena cedera, oleh karena itu para atlet biasanya meminum susu, yang salah satunya adalah untuk menghindari kerentanan cedera otot itu sendiri.

Susu juga bermanfaat untuk mencegah insomnia dan meningkatkan kualitas tidur, serta meningkatkan kewaspadaan di kemudian hari, hal ini didasarkan atas sebuah studi yang baru-baru ini dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition. Dikatakan juga, dengan mengkonsumsi susu sebelum tidur, bukan hanya kualita tidur kita yang baik, namun juga ketika bangun kita tidak akan merasa lelah, dan tidak ada efek sampingnya, tidak seperti jika kita mengkonsumsi obat tidur.

Berkaitan dengan kandungan vitamin D yang terkandung dalam susu, bukan hanya tulang yang dilindungi dari pengeroposan, namun juga gigi kita. Dengan rajinnya kita mengkonsumsi susu, gigi kita akan terlindungi dari kerusakan atau kebusukan gigi, dan juga menjadi lebih kuat. Tentu saja, hal ini juga harus diiringi dengan rajinnya kita menggosok gigi secara teratur, agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Ternyata, susu juga membantu kita mengurangi resiko terkena kanker usus. Kanker usus adalah penyakit ketiga yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia, dan berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi 16 ons susu sehari dapat mengurangi resiko terkena kanker usus sebesar 12 %.

Terlepas dari kontroversi bahwa susu sapi mengandung jumlah kalsium dibandingkan susu yang berasal dari mamalia lainnya, minum susu tampaknya sudah merupakan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi oleh kita. Minum susu yukk… (mut)

Sumber:

www.gotmilk.com
www.wikipedia.en.org
www.rri-online.com
www.tabloidnova.com

Gizi Buruk, Bisa Karena Biasa? February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
15 comments

Tentu belum luput dari perhatian kita, banyaknya kasus kekurangan gizi yang baru terungkap akhir-akhir ini. Juni 2005, Kompas melaporkan adanya sejumlah kasus penderita gizi buruk di kota metropolitan, ibukota Jakarta, bersamaan dengan Nusa Tenggara Barat. Akhir tahun 2005, muncul kasus serupa di Yahukimo, Papua, karena terbatasnya transportasi pangan. Sangat ironis, kejadian yang sama dapat terjadi dalam wilayah dengan profil yang sangat berbeda.

Apakah yang sebenarnya terjadi? Fenomena gizi buruk ini biasanya melibatkan kurangnya asupan kalori baik dari karbohidrat atau protein (protein-energy malnutrition–PEM). Menurut situs Dinas Kesehatan Pemda Ibukota Jakarta, keadaan gizi buruk ini secara klinis dibagi menjadi 3 tipe: Kwashiorkor, Marasmus, dan Kwashiorkor-Marasmus. Ketiga kondisi patologis ini umumnya terjadi pada anak-anak di negara berkembang yang berada dalam rentang usia tidak lagi menyusui. Ini disebabkan karena pada usia tersebut terjadi peningkatan kebutuhan energi serta peningkatan kerentanan terhadap infeksi virus/bakteri.

Perbedaan antara marasmus dan kwashiorkor tidak dapat didefinisikan secara jelas menurut perbedaan kurangnya asupan makanan tertentu, namun dapat teramati dari gejala yang ditunjukkan penderita.

Tanda-tanda kwashiorkor meliputi

– edema di seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki,
– wajah membulat dan sembab,
– pandangan mata sayu,
– perubahan status mental: cengeng, rewel, kadang apatis,
– rambut berwarna kepirangan, kusam, dan mudah dicabut,
– otot-otot mengecil, teramati terutama saat berdiri dan duduk,
– bercak merah coklat pada kulit, yang dapat berubah hitam dan mengelupas
– menolak segala jenis makanan (anoreksia)
– sering disertai anemia, diare, dan infeksi.

Sedangkan tanda-tanda marasmus,

– anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit,
– wajah seperti orang tua
– cengeng, rewel,
– perut cekung,
– kulit keriput,
– sering disertai diare kronik atau sembelit

Gejala klinis Kwashiorkor-Marasmus tidak lain adalah kombinasi dari gejala-gejala masing-masing penyakit tersebut.

Kurangnya pasokan energi sangat mempengaruhi kerja masing-masing organ tubuh. Dalam sistem pencernaan, biasanya muncul pertumbuhan bakteri berlebih pada usus karena berkurangnya sekresi asam klorida lambung. Kerja peristalsis usus juga melambat. Karena itu, sistem pencernaan adalah sistem organ yang paling banyak kehilangan massa pada kondisi marasmus. Sistem lain yang terpengaruh adalah sistem saraf dan otak, meski atropi otak dengan kerusakan fungsi otak hanya terjadi pada kasus marasmus yang benar-benar parah. Sistem kardiovaskular akan memiliki serat otot yang menipis, menyebabkan kurangnya pompaan darah dalam tubuh, yang berkaitan langsung dengan penurunan berat badan. Ketidakseimbangan elektrolit juga terdeteksi dalam keadaan marasmus. Upaya rehidrasi (pemberian cairan elektrolit) atau transfusi darah pada periode ini dapat mengakibatkan aritmia (tidak teraturnya denyut jantung) bahkan terhentinya denyut jantung. Karena itu, monitoring klinik harus dilakukan seksama.

Sensus WHO menunjukkan 49% dari 10,4 juta kematian yang terjadi pada anak dibawah lima tahun di negara berkembang berkaitan dengan PEM. Kasus kekurangan gizi tercatat sebanyak 50% anak-anak di Asia, 30% anak-anak Afrika, dan 20% anak-anak di Amerika Latin. Meski keadaan ini terutama terjadi pada negara berpendapatan rendah, bukan berarti tidak ditemukan kasus gizi buruk di negara maju. Anak-anak yang hidup di lingkungan urban dengan status sosioekonomi yang rendah dan anak-anak berpenyakit kronis, seperti kanker, adalah contoh kasus yang terjadi di negara-negara maju.

Di Indonesia, kasus gizi buruk pada bulan Juni 2005 dicoba ditanggulangi dengan pemberian gizi tambahan serta makanan pendamping air susu ibu. Dinkes Ibukota Jakarta dalam situsnya merancang konseling Keluarga Mandiri Sadar Gizi, KADARZI. Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan (makan 2-3 kali sehari dengan makanan pokok, sayur, dan lauk pauk), selalu memantau kesehatan anggota keluarga, biasanya menggunakan garam beryodium, dan khusus ibu hamil, didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran. Kriteria ini tentunya masih sulit dipenuhi oleh masyarakat Indonesia, jadi Pak SBY, kapan diadakan Hari Gizi Nasional? (Doti)

Sumber:

http://www.emedicine.com
http://www.dinkes-dki.go.id
http://www.depkes.go.id
http://www.kompas.com
http://www.mercksource.com