jump to navigation

Gizi Buruk, Bisa Karena Biasa? February 1, 2006

Posted by rhamnosa in GIZI.
trackback

Tentu belum luput dari perhatian kita, banyaknya kasus kekurangan gizi yang baru terungkap akhir-akhir ini. Juni 2005, Kompas melaporkan adanya sejumlah kasus penderita gizi buruk di kota metropolitan, ibukota Jakarta, bersamaan dengan Nusa Tenggara Barat. Akhir tahun 2005, muncul kasus serupa di Yahukimo, Papua, karena terbatasnya transportasi pangan. Sangat ironis, kejadian yang sama dapat terjadi dalam wilayah dengan profil yang sangat berbeda.

Apakah yang sebenarnya terjadi? Fenomena gizi buruk ini biasanya melibatkan kurangnya asupan kalori baik dari karbohidrat atau protein (protein-energy malnutrition–PEM). Menurut situs Dinas Kesehatan Pemda Ibukota Jakarta, keadaan gizi buruk ini secara klinis dibagi menjadi 3 tipe: Kwashiorkor, Marasmus, dan Kwashiorkor-Marasmus. Ketiga kondisi patologis ini umumnya terjadi pada anak-anak di negara berkembang yang berada dalam rentang usia tidak lagi menyusui. Ini disebabkan karena pada usia tersebut terjadi peningkatan kebutuhan energi serta peningkatan kerentanan terhadap infeksi virus/bakteri.

Perbedaan antara marasmus dan kwashiorkor tidak dapat didefinisikan secara jelas menurut perbedaan kurangnya asupan makanan tertentu, namun dapat teramati dari gejala yang ditunjukkan penderita.

Tanda-tanda kwashiorkor meliputi

– edema di seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki,
– wajah membulat dan sembab,
– pandangan mata sayu,
– perubahan status mental: cengeng, rewel, kadang apatis,
– rambut berwarna kepirangan, kusam, dan mudah dicabut,
– otot-otot mengecil, teramati terutama saat berdiri dan duduk,
– bercak merah coklat pada kulit, yang dapat berubah hitam dan mengelupas
– menolak segala jenis makanan (anoreksia)
– sering disertai anemia, diare, dan infeksi.

Sedangkan tanda-tanda marasmus,

– anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit,
– wajah seperti orang tua
– cengeng, rewel,
– perut cekung,
– kulit keriput,
– sering disertai diare kronik atau sembelit

Gejala klinis Kwashiorkor-Marasmus tidak lain adalah kombinasi dari gejala-gejala masing-masing penyakit tersebut.

Kurangnya pasokan energi sangat mempengaruhi kerja masing-masing organ tubuh. Dalam sistem pencernaan, biasanya muncul pertumbuhan bakteri berlebih pada usus karena berkurangnya sekresi asam klorida lambung. Kerja peristalsis usus juga melambat. Karena itu, sistem pencernaan adalah sistem organ yang paling banyak kehilangan massa pada kondisi marasmus. Sistem lain yang terpengaruh adalah sistem saraf dan otak, meski atropi otak dengan kerusakan fungsi otak hanya terjadi pada kasus marasmus yang benar-benar parah. Sistem kardiovaskular akan memiliki serat otot yang menipis, menyebabkan kurangnya pompaan darah dalam tubuh, yang berkaitan langsung dengan penurunan berat badan. Ketidakseimbangan elektrolit juga terdeteksi dalam keadaan marasmus. Upaya rehidrasi (pemberian cairan elektrolit) atau transfusi darah pada periode ini dapat mengakibatkan aritmia (tidak teraturnya denyut jantung) bahkan terhentinya denyut jantung. Karena itu, monitoring klinik harus dilakukan seksama.

Sensus WHO menunjukkan 49% dari 10,4 juta kematian yang terjadi pada anak dibawah lima tahun di negara berkembang berkaitan dengan PEM. Kasus kekurangan gizi tercatat sebanyak 50% anak-anak di Asia, 30% anak-anak Afrika, dan 20% anak-anak di Amerika Latin. Meski keadaan ini terutama terjadi pada negara berpendapatan rendah, bukan berarti tidak ditemukan kasus gizi buruk di negara maju. Anak-anak yang hidup di lingkungan urban dengan status sosioekonomi yang rendah dan anak-anak berpenyakit kronis, seperti kanker, adalah contoh kasus yang terjadi di negara-negara maju.

Di Indonesia, kasus gizi buruk pada bulan Juni 2005 dicoba ditanggulangi dengan pemberian gizi tambahan serta makanan pendamping air susu ibu. Dinkes Ibukota Jakarta dalam situsnya merancang konseling Keluarga Mandiri Sadar Gizi, KADARZI. Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan (makan 2-3 kali sehari dengan makanan pokok, sayur, dan lauk pauk), selalu memantau kesehatan anggota keluarga, biasanya menggunakan garam beryodium, dan khusus ibu hamil, didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran. Kriteria ini tentunya masih sulit dipenuhi oleh masyarakat Indonesia, jadi Pak SBY, kapan diadakan Hari Gizi Nasional? (Doti)

Sumber:

http://www.emedicine.com
http://www.dinkes-dki.go.id
http://www.depkes.go.id
http://www.kompas.com
http://www.mercksource.com

Comments»

1. dLaH - February 22, 2007

sudah lengkap data” tentang gizi buruk, tetapi mohon dibahas Lebih Lanjut mengenai edema nya..

terima kasih…
assalamualaikum,wr.wb

2. Fika n Nurul - October 18, 2007

ass….
tolong dbahas lebih lanjut mengenai kaitan gizi buruk dengan peranan bidan dalam mewujudkan indonesia sehat 2010…

terimakasih….
Wass =)

3. rasyid FKUB - December 5, 2007

Assalamualaikum….
Tolong dibahas masing2 penyebab marasmus dan kwasiorkhor…..
Misal bagaimana mekanisme terjadinya muscle atrophy, hepatomegali, dermatitis, edema dll
Kebanyakan kita tahu hanya ciri2nya saja bukan mekanismenya

4. delpi - December 10, 2007

Ass, tolong dibahas mengenai bahan makanan tambahan yang dapat menanggulangi gizi buruk khususnya penggunaan konsentrat protein ikan dan sumber protein nabati (mis. tepung kedelai)

5. syarif - December 21, 2007

kk tolong bahas lebih lanjut tentang oedema secara terperinci dari definisi, mekanisme terjadinya dan pemeriksaannya…..plizzz KK

6. yz - March 9, 2008

ass. please da bageur??? tolong dibahas lebih lanjut tentang gizi buruk tahun 2008 dan usaha pemerintah dalam menanganinya….thank

7. TIDIS - April 26, 2008

GW BINGUNG NAMANYA GIZI BURUK KARNA SAYA MEMENG TIDAK TAW ITU GIZI BURUK.MUNGKIN GIZI BURUK T BUKAN HANYA TERDAPAT PADA ORANG YG KURANG MAKAN MELAINKAN PADA ORANG YG KURANG TAU TENTANG MAKAN DAN APA YG D MAKAN

8. Mufy - April 29, 2008

Assalamualaykum…
Ada marasmus, kwashiorkor, ada juga marasmic-kwashiorkor.
Bagaimana proses diagnosisnya ya???
Yg jls baik pada marasmus (def protein dan kalori) maupun kwashiorkor (def protein) atau gabungan dr keduanya akan mengalami gangguan pada jaringan atau sistem yang melibatkan protein. Padahal, protein tu dominan bgt ya??!!! Ada protein kontraktil (aktin miosin), pelindung (IgG, interferon, dll)…So, pembahasan byk bgt gitu!!!

9. virdjie - May 11, 2008

ahli kesehatan

10. van - September 1, 2008

ass
tolong dibahas soal gizi buruk lebih mendlam lagi
wass

11. Dhani_Kepret - February 1, 2009

masalah gizi buruk sangat penting untuk diketahui….oleh kerena itu tolong pembahasannya yang lebih mendalam!!!!!!

12. ega - March 13, 2009

asslm saya mengusulkan untuk pengembangan struktural kesehatan lebih diperhatikan lagi. sebaiknya tenaga-tenaga ahli kesehatan lebih diperdaya tidak hanya dijadikan objek semata, banyak mahasiswa2 ahli di bidang kesehatan tapi sama sekali tidak dimanfaatkan, padahal klo dimanfaatkan mereka adalah aset gratis yang sangat relevan.tx..MOHON DIPERTIMBANGKAN.

13. ce_males - April 18, 2009

wow, nice blog and so informative., keep post!🙂

14. mia - April 28, 2009

gambar2 gak ada, klo bisa sih dilengkapi dengan gambar marasmus dan kwashiorkor

15. dina - December 8, 2010

terima kasih……
krn udah sangat membantu skali
dlm menyelesaikan
tugas sy,,,,,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: